Selasa, 27 Desember 2011

PPT KONSEP DASAR AKUNTASI

Apabila anda ingin tahu lebih lanjut tentan konsep dasr akuntansi silahkan download di bawah ini

Sabtu, 10 Desember 2011

Faktor Internal Dan External Tawuran

Hasil Obserfasi Langsung


FAKTOR INTERNAL DAN EXTERNAL TERJADINYA TAURAN
1.      Faktor Internal
-          Ingin menonjolkan keberanian diri sendiri baik di hadapan teman sesekolah dan ataupun di mata STM yang menjadi lawan.
-          Ingin membalas rasa saki hati,kepada orang yang melecehkannya.
-          Tidak Mau direndahkan Oleh temen-temen
-          Memanfaatkan waktu untuk mencari pengalaman. Baik sifat positif dan negative (tauran) karena menurutnya tidak akan tau benar jika kita tidak mengenal salah.
2.      Faktor external
-          Bujukan Temen
-          Dipicu sekolah lain
-          Naman Blokan Lokasi nya di blok lagi sekolah STM lain (musuh)
-          Seragam sekolahnya di pakai sekolah lain 
-          Seragam sekolahnya di temple di pantat ,di kaki dan di sepatu
-          Alat elektronin (computer)
-          Sekolah lain menagtang untuk ketemuan di sutau tempat
-          Diskomunikasi antara sekolah dan orang tuanya
-          Lewat lagu-lagu

Minggu, 04 Desember 2011

MENGHILANGKAN RASA KANTUK DAN BOSAN DALAM PELAJARAN.

MENGHILANGKAN RASA KANTUK DAN BOSAN DALAM PELAJARAN.

Mengantuk adalah kondisi yang wajar dialami oleh setiap manusia, termasuk para siswa. Hal itu menjadi tidak wajar jika terjadi pada waktu dan tempat yang tidak tepat, misalnya di dalam ruang kelas ketika Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.
Agar siswa tidak terserang penyakit mengantuk, seorang guru perlu mengantisipasinya dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
Pertama: Pada saat memasuki ruang kelas, tunjukkan kepada para siswa bahwa anda adalah seorang guru yang benar-benar mencintai profesi itu. Salah satu cara menunjukkan kecintaan itu adalah dengan senyuman tulus, langkah tegap dan tidak ”loyo”.  Tatapan mata berbinar tanda penuh semangat untuk mendidik. Dalam menjawab salam dari para siswa, ucapkan lah itu dengan jelas dan mantap.
            Kedua: Diskusi Kelompok. Proses pembelajaran dalam kelas akan lebih menarik, jika metode yang digunakan tidak monoton, melainkan bervariasi. Selain model ceramah, guru perlu juga menggunakan model diskusi dalam KBM. Diskusi kelompok akan menjadi menarik jika topik yang dibicarakan menyangkut persoalan yang terjadi disekitar dan di dalam kehidupan para siswa. Topik-topik seperti kenakalan remaja, gaya hidup modern dan keluarga adalah contoh-contoh isu yang dapat disisipkan dalam diskusi. Tugas guru adalah mengarahkan dan membantu siswa dalam mengkorelasikan antara isu-isu yang terdapat di sekitar mereka itu dengan materi yang sedang dibahas. Guru juga perlu mengarahkan mereka untuk dapat mengambil sikap positif sebagai insan terdidik,  dalam menyikapi persoalan yang diangkat dalam diskusi itu. Guru sebaiknya siap sedia memberikan bantuan, jika ada siswa yang menghadapi masalah berkaitan dengan topik diskusi.
Ketiga: Rollplay. Manusia pada dasarnya suka bermain, apalagi anak-anak. Jadi tidak ada salahnya jika guru memakai metode ini dalam mengajar di kelas: Belajar sambil bermain. Permainan yang dapat dilakukan dalam kelas pun beragam. Permainan pesan berantai misalnya, dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan bagaimana proses terjadinya beragam aliran dalam sebuah kepercayaan. Permainan ”Puzzle berlubang” dapat digunakan untuk menyampaikan pesan moral kepada siswa, agar mereka memiliki sudut pandang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, guru jangan malu untuk mengkoleksi permainan sebanyak mungkin. Jika perlu, guru merancang sendiri permainan yang relevan dengan topik yang akan dibahas dalam kelas.
            Keempat: Cerita Lucu. Tertawa adalah hal menyenangkan dan meyehatkan, bahkan membuat suasana menjadi hidup. Maka dari itu, Guru hendaknya bisa menyisipkan cerita lucu disela-sela KBM. Dengan begitu, para siswa tidak merasa bosan dan mengantuk. Tetapi guru harus tetap bijaksana, jangan sampai mengubah susana kelas menjadi panggung Srimulat, dan menjadikan dirinya sebagai pelawak. Gunakan waktu 2-5 menit untuk melucu sudah cukup.
            Kelima: Berbagi pengalaman. Di sela-sela kegiatan belajar mengajar, guru bisa menyampaikan pengalaman atau cerita. Pilihlah pengalaman atau cerita yang memiliki nilai moral baik. Melalui cerita itu, siswa diharapkan dapat mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Siapa tahu mereka mendapatkan pencerahan dari cerita yang disampaikan guru, sehingga mereka memiliki motivasi untuk lebih giat belajar, untuk lebih mandiri dan tidak manja.
Keenam: Kunjungan. KBM tidak harus berlangsung dalam kelas. Guru dapat membawa mereka untuk melakukan kunjungan di lapangan. Sebagai contoh saat belajar Agama dan sosial, siswa diajak berkunjung ke Rumah Sakit atau panti Jompo. Pada saat belajar simplisia, mereka dapat di bawa ke kebun tanaman obat.
Ketujuh: Penutup. Guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa yang akan berpendapat mengenai pembelajaran yang dilakukan pada hari itu. Guru sebaiknya memberikan arahan kepada siswa mengenai apa perlunya materi itu dipelajari, bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka, baik sekarang maupun untuk masa yang akan datang. Tutuplah pelajaran dengan memberikan motivasi sekali lagi kepada mereka. Berikan apresiasi positif kepada mereka, bahwa mereka baik, dan anda  suka bersama mereka dalam KBM hari ini. Ingatkan sekali lagi akan tugas dan tanggung jawab mereka untuk pertemuan yang akan datang (PR, Tugas dan sebagainya).
Melalui metode pembelajaran itu, guru dan siswa akan terbebas dari rasa kantuk. Selain itu, proses pembelajaran menjadi lebih menarik siswa pun antusias. 

Kamis, 01 Desember 2011

Ruku Iman

RUKUN IMAN

Rukun Iman adalah: Beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari kemudian serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
Allah subhanahu wataala berfirman:
]  £`Å3»s9ur §ŽÉ9ø9$# ô`tB z`tB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur É=»tGÅ3ø9$#ur z`¿ÍhÎ;¨Z9$#ur  [
“Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.” (QS.Al-Baqarah: 177).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman:
] z`tB#uä ãAqß§9$# !$yJÎ/ tAÌRé& Ïmøs9Î) `ÏB ¾ÏmÎn/§ tbqãZÏB÷sßJø9$#ur 4 <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ßâur Ÿw ä-ÌhxÿçR šú÷üt/ 7ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ß 4  [
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Kami tidak membeda-bedakan antara seorang rasul dengan yang lainnya” (QS. Al-Baqarah: 285).
Adapun khusus mengenai takdir, Allah berfirman:
] $¯RÎ) ¨@ä. >äóÓx« çm»oYø)n=yz 9ys)Î/ [
 “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qomar:49).
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(( الإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ ))
 “Iman adalah: kamu beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim).
Iman mencakup ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati dan amalan dengan anggota badan. Iman itu akan meningkat dengan melakukan ketaatan, dan menurun dengan melakukan maksiat.
Allah berfirman:
] $yJ¯RÎ) šcqãZÏB÷sßJø9$# tûïÏ%©!$# #sŒÎ) tÏ.èŒ ª!$# ôMn=Å_ur öNåkæ5qè=è% #sŒÎ)ur ôMuÎ=è? öNÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öNåkøEyŠ#y $YZ»yJƒÎ) 4n?tãur óOÎgÎn/u tbqè=©.uqtGtƒ ÇËÈ šúïÏ%©!$# šcqßJÉ)ムno4qn=¢Á9$# $£JÏBur öNßg»uZø%yu tbqà)ÏÿZムÇÌÈ y7Í´¯»s9'ré& ãNèd tbqãZÏB÷sßJø9$# $y)ym 4  [
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (QS.Al-Anfal:2-4).
Dan sebaliknya Allah subhanahu wataala berfirman:
 ] 4 `tBur öàÿõ3tƒ «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ßâur ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# ôs)sù ¨@|Ê Kx»n=|Ê #´Ïèt/ [
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS.An-Nisa’:136).
Contoh iman dalam bentuk ucapan lisan adalah: dzikir, do’a, amar ma’ruf nahi munkar, membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Dan dalam bentuk keyakinan hati; seperti meyakini keesaan Allah dalam Rububiyyah, Uluhiyyah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, keyakinan tentang wajibnya beribadah hanya untuk Allah semata tanpa menyukutukan-Nya dengan suatu apapun dan hal-hal lain yang berhubungan dengan niat.
Dan termasuk dalam kategori iman, perbuatan-perbuatan hati, seperti rasa cinta, rasa takut, pasrah, tawakal kepada Allah dan sebagainya. Begitu pula amalan-amalan anggota badan termasuk dalam kategori iman, seperti: shalat, puasa, dan rukun Islam lainnya, berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu dan lain sebagainya.
Allah subhanahu wataala berfirman:
] #sŒÎ)ur ôMuÎ=è? öNÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öNåkøEyŠ#y $YZ»yJƒÎ) [
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.” (QS.Al-Anfal:2).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
] uqèd üÏ%©!$# tAtRr& spoYÅ3¡¡9$# Îû É>qè=è% tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#ÿrߊ#yŠ÷zÏ9 $YZ»yJƒÎ) yì¨B öNÍkÈ]»yJƒÎ) 3 [
“Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (QS.Al-Fath:4).
Dan iman seorang hamba akan bertambah dan meningkat bilamana ketaatan dan ibadahnya bertambah dan meningkat, sebaliknya keimanannya akan menurun bilamana kadar ketaatan dan ibadahnya menurun. Sebagaimana perbuatan maksiat sangat berpengaruh kepada iman seseorang, apabila kemaksiatan tersebut dalam bentuk syirik besar atau kekufuran, maka bisa mengikis keimanan sampai ke akar-akarnya. Apabila kemaksiatan tersebut tidak sampai ketingkatan syirik atau kufur, maka akan menghambat kesempurnaan iman yang wajib dimiliki setiap orang, atau bisa mengeruhkan kejernihannya, atau melemahkannya.